Home / Daerah / Ahmadiyah Nganjuk Hadiri Acara ‘Kongkow Masyarakat Nganjuk Cinta NKRI’

Ahmadiyah Nganjuk Hadiri Acara ‘Kongkow Masyarakat Nganjuk Cinta NKRI’

Hits: 173

NGANJUK: Senin 12/11/2018 pukul 20:00 WIB telah diselenggarakan Kongkow Bersama Masyarakat Nganjuk Cinta NKRI bertempat di halaman Warung Kopi Rakyat Pasar Wage.

Sebuah acara santai yang baru kali pertama digagas oleh segelintir pemuda yang peduli keadaan Negara dan sosial masyarakat saat ini, bekerjasama dengan Forkopimda serta tokoh masyarakat. Acara sukses digelar dengan penuh antusias hingga pukul 23.00 WIB.

Pada kesempatan penuh persaudaraan itu, nampak hadir sejumlah orang penting yaitu: Polres Nganjuk diwakili AKP Alex Candra (Kasat Bimas Polres/narasumber), AKP Agus Sutanto, SH (Kasat Intel), AKP Budi (Wakopolsekta), Kapten Inf Suwoto (Pasi Intel Kodim 0810/narasumber), ibu Nurul perwakilan Kesbangpollinmas, KH. Ali Mustofa Said (Ketua Syuria PCNU/narasumber), dan Drs.H. Solikhin, SH, M.Ag (Ketua FKUB/narasumber)

Selain itu hadir pula dari PMII Nganjuk, tokoh lintas iman, Panwas, Pagarnusa, pemuda Muhammadiyah, pemuda dan muslimat NU, kelompok Kejawen, Lingkar Maya, dan sejumlah masyarakat umum seperti tukang becak dan pedagang pasar.

Sedangkan dari Jemaah Muslim Ahmadiyah Nganjuk diwakil Mln. Sajid Ahmad Sutikno, S. Pd.I (Mubaligh Daerah Jatim 2 dan Nganjuk), Bp. Mugono Rochmat (ketua cabang), Bp. Arik Setio Budi dan Bp. Agung Wahyudi (keduanya pemuda Ahmadiyah -MKAI).

Acara yang dipandu Haris Aribisono itu dihadiri lebih dari 100 orang dan mayoritas dari kalangan pemuda pemudi yang peduli NKRI. Tema acara kongkow adalah “Bahaya Paham Radikalisme dan Berita Hoax di Bumi Pertiwi”.

Pada sesi sambutan panitia, sdr. Izza (pengurus PMII Nganjuk) menyampaikan bahwa acara malam itu digagas oleh segelintir pemuda kabupaten Nganjuk yang gelisah dengan kondisi negara. “Acara ini berawal dari gagasan kawan kawan muda tentang nasib negara saat ini, dimana paham radikalisme sudah menjalar disana”, katanya.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat saat ini begitu mudahnya percaya dengan berita hoax yang beredar. “Kini sering sekali bermunculan berita-berita hoax di media sosial, contohnya perihal Ratna Sarumpaet dan berita penculikan anak, dimana hal itu dengan cepat dan mudah dikonsumsi masyarakat dan pemuda termasuk di Nganjuk sendiri.

Oleh karena, kita bersinergi dengan aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat bersama sama menggelar kongkow malam ini. Acara ini tidak ada hubungannya dengan agenda kampanye salah satu calon presiden, ini murni acara kita yang peduli dengan NKRI. Kami para pemuda khususnya juga tidak mau kalah membela NKRI, dan sekali lagi, kita disini berdiri atas nama NKRI”, imbuhnya.

Izza juga meminta kepada para pemuda agar selalu peduli dan kritis dengan keadaan sosial sekitar.

Dalam sesi pemaparan dari empat orang narasumber masing-masing menyampaikan poin-poin penting:

AKP Alex Candra, Kasat Bimas Polres menyampaikan, bahwa “Radikalisme itu dari kata ‘radik’ yang artinya sampai akar yang mendasar, sampai ke akar-akarnya.

Sebutan Radikalisme di Indonesia itu ditujukan kepada suatu kelompok atau komunitas yang ingin merubah haluan negara kita. Paham ini sangat bertentangan dengan dasar negara kita, baik Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal ika”.

Ia menambahkan bahwa “Jika tujuan mereka berhasil, siapa yang rugi, ya tentu kita semua, termasuk anda semua para pemuda, karena paham ini sangat bertentangan dengan dasar negara kita. Paham ini tidak mengenal pluralisme, kaum perempuan dilarang menjadi pemimpin, karea mereka berpegang pada sistem kepemimpinan khilafah (bentuk daulah/politik -pen), hanya ada satu pemimpin laki-laki. Oleh karena itu, kita harus waspada akan paham Radikalisme ini”.

AKP Alex juga himbau kepada semua, agar tidak mudah percaya berita hoax yang kini marak di media sosial.

Menyikapi kondisi yang terjadi di negara saat ini, terutama adanya paham Radikalisme dan berita hoax, Drs. H.Solikhin, SH, M. Ag selaku ketua FKUB menekankan kepada hadirin agar senantiasa tetap tenang, selalu menjaga keharmonisan dan kerukunan umat beragama, saling toleran, karena toleransi merupakan inti dari ajaran agama.

Ia menambahkan, bahwa “selaku pengurus FKUB, diberi tugas untuk mengakomodir kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Terutama yang dilatarbelakangi oleh perbedaan beragama dan berkeyakinan. Ini mejadi suatu kekuatan bukan kelemahan. Kita juga tidak bisa hindari hal ini, karena keyakinan oleh manusia akan dibawa mati”, tambahnya.

Dalam kesempatan itu, KH. Ali Mustofa Said (Gus Ali), ketua Syuria PCNU sekaligus ketua MUI Nganjuk menyampaikan, bahwa “di dalam sebuah negara yang penting pertama adalah keamanan, baru yang kedua adalah perekonomian. Salah satu sumber penyebab instabilitas adalah adanya kelompok radikalisme, yang dari radikal ini timbulnya terorisme. Akar radikalisme adalah lahir dari fundalisme dalam suatu agama di sebuah negara. Fundalisme dalam suatu agama itu tidak hanya dalam agama Islam saja, tapi hampir di semua agama ada”.

Ia memberikan contoh, seperti di Irlandia, terorisnya bukan dari kelompok agama Islam tapi dari kelompok Kristen. Ada juga dari Yahudi dan sebagainya.

Gus Ali juga mengatakan bahwa, “Munculnya radikalisme itu dikarenakan salah dalam memahami ajaran agama. Padahal agama itu sebenarnya dari Tuhan. Mestinya ia menjadi sumber dari persatuan, kebersamaan, keamanan dan kenyamanan”.

Mengapa agama justru oleh sebagian orang dianggap sebagai sumber perpecahan? Karena adanya paham yang salah dan salah paham terhadap agama, tambahnya.

Kemudian Gus Ali menegaskan bahwa, ancaman terhadap NKRI dan menjadi musuh besar saat ini, selain radikalisme juga berita-berita hoax.

Pemaparan terakhir disampaikan Kapten Inf Suwoto Kodim Nganjuk. “Tugas pokok TNI bersama Polri adalah tentap untuk amankan negara. Keduanya bersinergi untuk menangkal semua yang menjadi lawan NKRI. Sudah jelas kehidupan kita sebagai bangsa Indonesia adalah berdasarkan kepada empat pilar yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka tunggal ika. Pilar inilah yang menjadikan kita bersatu menegakkan NKRI. Kami tidak dapat kuat tanpa adanya peran rakyat. Sebagaimana semboyan, TNI bersama rakyat akan menjadi kuat. Ini hal utama untuk menjaga Negara kita”.

Ia melanjutkan tentang berita hoax, “Dihimbau agar semua bisa menyampaikan kepada keluarga untuk tidak ikut ikutan sebar berita hoax yang tidak sesuai kenyataan. Saat ini banyak isu yang saling sudutkan satu sama lain. Jika kita tidak sikapi dengan cerdas dan menangkalnya, maka keamanan negara menjadi terancam. Semoga kita bisa sama sama menjaga NKRI”.

Pada sesi tanya jawab dan sharing kongkow kongkow, banyak hadirin yang menyampaikan hal penting dan berlian.

Begitu juga, perwakilan Muslim Ahmadiyah berkesempatan berbicara.
“Assalamualaikum wr wb, saya Sajid Ahmad Sutikno dari muslim Ahmadiyah Nganjuk, terimakasih telah mengundang kami. Ahmadiyah sama dengan semua yang hadir adalah sebagai ormas yang juga cinta NKRI. Kita sama sama ingin berkontribusi bagi negara ini. Kita sama sama berjuang memperjuangkan kemerdekaan RI. Beberapa pahlawan nasional ada yang dari warga Ahmadiyah, seperti WR. Supratman pencipta lagu Indonesia Raya, Pahlawan Ampera Arif Rahman Hakim, dan sebagainya”.

Mubaligh muda ini menambahkan, “karena kami adalah bagian dari Bangsa ini, berarti punya hak yang sama untuk hidup damai dan berkeyakinan, juga mencintai NKRI”.

Menyikapi Radikalisme dan berita Hoax sebagai tema acara, mubaligh yang akrab dipanggil Gus Tikno ini menyampaikan bahwa paham ini bersumber dari salah memahami Jihad. Jihad itu tidak selamanya dengan mengangkat pedang, jihad yang kami pahami untuk masa ini adalah jihad tanpa kekerasan, bisa berjihad dengan pena (menulis perihal keindahan Islam).

Berkenaan berita hoax, masyarakat tidak hanya harus kearah media sosial. Kita juga harus mendampingi anak anak kita dari acara acara TV yang tidak mendidik, seperti suguhan tayangan film jenazah lompat dari keranda dsb. Ini khayal dan tidak mendidik. Jadi selain berita hoax yang harus diwaspadai, juga tayangan televisi.

Sebelum mengakhiri sharingnya, ia mengapresiasi akan acara positif tersebut dan mengatakan bahwa Nganjuk adalah Rumah Bersama kita, siapapun berhak hidup nyaman dan damai.

Kemudian, ia juga menyampaikan pesan Kapolda Jawa Timur pada saat sambutan Seminar Nasional di Ponpes Tebuireng Jombang dalam sikapi tahun politik dan tangapi pemberitaan hoax di Media sosial

Dalam kata penutupan AKP Alex Candra memberikan pernyataan bahwa semua hadir di acara kongkow malam itu adalah yang cinta NKRI dan kontra radikalisme.

Kontributor : Mln. Sajid Ahmad Sutikno

Baca juga

PENGURUS PUSAT LAJNAH IMAILLAH BERPERAN AKTIF DALAM FGD PENYUSUNAN BUKU PANDUAN PERLINDUNGAN DAN PEMENUHAN HAK ANAK

Hits: 184Salah satu kelompok anak yang berhak mendapatkan perlindungan khusus seperti yang diatur dalam pasal ...