Home / Uncategorized / Anak Ahmadi Bawakan Syair Urdu dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Sekolahnya

Anak Ahmadi Bawakan Syair Urdu dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Sekolahnya

Hits: 1580

Jakarta Utara, (19/11)

Hening.
Saat lirik demi lirik syair berbahasa urdu keluar dari mulut seorang siswi. Ia hanya berdiri sendiri di panggung itu. Ratusan orang lainnya nampak terbelalak. Merdu sekali, namun terasa asing. Bahasa apa? Begitu kiranya yang ada dibenak mereka.

Hingga riuhan tepuk tangan menghujaninya. Terdengar sorak sorai kekaguman dari arah para penonton yang tiada lain adalah para guru dan, siswa-siswi yang berseragam putih merah.

Asyifa Luthfiana, baginya memang hal biasa saat diminta untuk tampil di hadapan siswa lain, dalam momentum apapun. Berpidato, membaca puisi, menulis, maupun talenta lainnya.

Hingga dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Rawa Badak Selatan 11, Koja – Jakarta Utara kali ini, Ia meminta izin kepada guru agamanya untuk membawakan syair berbahasa urdu “Badr Gah e Zheesan e Khairul Anam” syair mengenai keagungan dan puji sanjung kepada Nabi Muhammad SAW.

Pada awalnya, Ia diminta membawakan syair tersebut dihadapan guru agamanya. Dengan cirinya yang khas dan percaya diri namun tetap dengan pembawaan yang santun dan rendah hati, Ia tampak tenang meski untuk pertama kalinya. Tanpa keraguan, guru mempersilahkan untuk menampilkannya pada acara Maulid Nabi SAW.

Merdu dalam membawakan Nazm, pandai mengaji dengan suara nyaring, serta diimbangi dengan prestasi dalam bidang akademik tentu menjadi sebuah kolaborasi istimewa yang dimilikinya. Ayifa dan beberapa anak Ahmadi yang bersekolah disana begitu menginspirasi dan memberi warna.

Pada momen ini, mereka sebagai anak-anak Ahmadi menunjukkan bahwa mereka pun memiliki kecintaan yang sama besarnya kepada Nabi Muhammad Saw. Sehingga membuat para guru semakin tidak masalah dengan keberadaan beberapa muridnya yang berstatus Ahmadiyah.

Sebuah babak dalam hidup tentulah berjalan sesuai kehendakNya. Hingga Asyifa bisa sampai pada kisah ini. Hal inipun tak luput dari sokongan sang ibu, Ia selalu menamkan kepada putrinya untuk memperhatikan adab berpakaian dan berbicara. Pada diri anaknya selalu Ia tekankan bahwa Asyifa adalah ahmadi, harus memiliki kepribadian yang baik dan islami agar menjadi contoh bagi teman lainnya.

Kontributor: Ny. Riyanti

Baca juga

Lajnah Imaillah Kotamobagu Ikuti Pelatihan Guru Mengaji

Hits: 19 Kotamobagu (11/12/2019) – Rabu pagi yang sejuk. Nampak orang-orang berbondong-bondong memasuki mesjid besar ...

Tinggalkan Balasan