Home / Perspektif / Bagaimana kita mencegah radikalisasi di kalangan Muslim muda?
Talha Asmal

Bagaimana kita mencegah radikalisasi di kalangan Muslim muda?

Kita semua terkejut mengetahui bahwa Thalhah Asmal, seorang remaja 17 tahun dari Dewsbury, menjadi pembom bunuh diri termuda di Inggris. Dia dilaporkan telah meledakkan sebuah kendaraan yang dilengkapi dengan bahan peledak di Irak. Dia melarikan diri dari rumahnya di West Yorkshire pada bulan Maret untuk bergabung dengan ISIS, bersama dengan seorang temannya yang berusia sama.

Sekali lagi, pertanyaan yang sama diajukan: bagaimana kita bisa menghentikan radikalisasi di kalangan muda? Radikalisasi melalui media sosial, dan sarana lainnya, telah menjadi ancaman terbesar bagi anak-anak kita yang lahir dan dibesarkan di Inggris.

Anak laki-laki dan perempuan menjadi target dan dicuci otaknya oleh beberapa organisasi kejahatan di luar negeri danpengikut mereka di negeri ini. Mereka mengagungkan ajaran fanatik mereka dan menyampaikan sebuah merk kejahatan yang menarik bagi mereka yang masih rentan.

Kita tidak boleh membiarkan tindakan dan keputusan dari minoritas kecil yang merusak pekerjaan baik yang terus dilakukan oleh masyarakat Muslim di Dewsbury, dan di Yorkshire, untuk membangun hubungan masyarakat yang lebih baik – mayoritas Muslim muda adalah warga negara yang taat hukum yang bangga menjadi warga negara Inggris. Mereka tidak boleh dirasuki ajaran-ajaran setan.

Tanggung jawab pertama dan terpenting untuk menjaga anak-anak aman dari ancaman apapun terletak di pundak orang tua. Mereka harus memastikan bahwa anak mereka aman dari bahaya atau ancaman. Mereka harus mengajar anak-anak mereka ajaran dari Quran dan Islam yang benar, dan mengenalkan anak-anak mereka contoh yang sangat baik yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabatnya.

Hal yang paling penting adalah bahwa orang tua harus berbicara kepada anak-anak mereka. Amal dimulai dari rumah. Melakukan percakapan yang jujur dan baik dengan anak-anak Anda dan memberitahu mereka tentang menghormati manusia dan menghormati otoritas dan supremasi hukum. Orang tua harus tahu tentang keberadaan anak mereka dan teman-nya.

Nabi Suci Muhammad saw bersabda: “Tidak ada hadiah seorang ayah pada anaknya yang lebih berharga selain pendidikan yang baik”. Nabi saw bersabda “Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.”

Menurut ajaran Alquran, bunuh diri itu dilarang (4:30) dan juga pembunuhan anak (17:32). Bunuh diri adalah suatu dosa besar dimana seorang Muslim bahkan tidak diizinkan melakukan sholat jenazah bagi mereka.

diterjemahkan dari : http://www.yorkshirepost.co.uk/news/debate/columnists/abdul-bary-malik-how-can-we-prevent-young-muslims-becoming-radicalised-1-7310181

Baca juga

Sambut Tahun Baru, Pemuda Ahmadiyah Kota Bogor Rapatkan Barisan

BOGOR- Memulai kepengurusan baru, pengurus Majelis Khuddamul Ahmadiyah Kota Bogor yang tergabung dalam MKAI SBC ...

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.