Home / Nasional / Bandung dinobatkan sebagai Kota HAM Dunia, Kang Emil undang tokoh lintas agama
Kang Emil | Walikota Bandung

Bandung dinobatkan sebagai Kota HAM Dunia, Kang Emil undang tokoh lintas agama

Hits: 187

FLADS (Forum Lintas Agama Deklarasi Sancang), adalah suatu organisasi lintas iman, Kamis (3/12) sore mendapat undangan audiensi dengan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang biasa dikenal dengan panggilan Kang Emil di Balai Kota Bandung.

Dihadiri oleh perwakilan anggota FLADS dari kelompok Islam antara lain NU, Muhammadiyah, Syi’ah, dan Ahmadiyah, sedangkan dari kelompok Non Muslim, antara lain dari Kristen Protestan, Katholik, dan Budha. Sementara wakil Hindu dan Khong Hu Chu berhalangan untuk hadir. Seluruh peserta audiensi sekitar 20 orang, dan Jamaah Ahmadiyah diwakili oleh Mubaligh Wilayah Priangan Barat, Ketua Jamaah Ahmadiyah Bandung Tengah, Ketua Jamaah Ahmadiyah Bandung Wetan, Ketua Pemuda Wilayah Priangan Barat, dan Ketua Pemuda Islam Ahmadiyah Cabang Bandung Kota. Kang Emil menerima semua peserta dalam suasana santai tapi serius.

Ki Agus Mubarok yang lebih dikenal dengan sebutan Kang Deden sebagai Ketua FLADS, memberikan apresiasi yang baik atas undangan Walikota ini.
Kang Emil (Ridwan Kamil) menyampaikan informasi bahwa menurut rencana, tanggal 9 Desember 2015 mendatang Kota Bandung akan mendapat kehormatan dinobatkan oleh PBB sebagai cikal bakal Kota Hak Asasi Manusia (HAM) pertama di Dunia.

Kehormatan tersebut tentu akan menjadi suatu kebanggaan namun sekaligus juga menjadi beban yang cukup berat bagi Kang Emil sebagai Walikota Bandung. Karena dengan menyandang gelar sebagai Kota HAM tersebut tentu toleransi di Kota Bandung harus benar terwujud, sehingga Kota Bandung memang layak menerima penghargaan itu.

Untuk membantu mewujudkan hal tersebut, Kang Emil mencoba menampung keluhan yang dirasakan anggota FLADS selama ini. Wakil Syiah merasakan tekanan kaum intoleran di tiga tahun terakhir. Perwakilan dari Kristen dan Katholik mengeluhkan hambatan yang seringkali dialami saat pendirian rumah ibadah mereka.

Wakil dari Jamaah Islam Ahmadiyah menyoroti sulitnya melakukan kegiatan yang melibatkan jumlah orang cukup banyak dan mengatasnamakan Jamaah Ahmadiyah dalam proses pengurusan ijin kegiatan. Ketua FLADS juga menyoroti data survey dari Setara Institute tentang peringkat tertinggi Jawa Barat, dalam hal Intoleransi.

Memang cukup pantas jika di akhir pertemuan, Kang Emil mohon dukungan dan mengharapkan publikasi bahwa komponen FLADS sebagai bagian dari warga Kota Bandung, siap mendukung dan mewujudkan Kota Bandung sebagai Kota HAM pertama di Dunia.

“FLADS memohon agar Kang Emil sebagai pemimpin Kota Bandung saat ini, dapat mendamaikan kelompok yang saat ini gencar menggagas Aliansi Nasional Anti Syiah, dengan kelompok Syiah, karena sebenarnya kedua tokoh utama dari kelompok tersebut adalah berasal dari Bandung !” tegas KH. Syaiful Abdullah dari Muhammadiyah.

 

Reporter: H. Entang Rasyid; editor: Dikki Shadiq A. Raam DMX

Baca juga

Kenali Secara Langsung, Mahasiswa FIB Unpad Ditawari Kunjungan ke Desa-Desa Ahmadi

Hits: 971BANDUNG – Sebanyak 30 mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjajaran antusias mengikuti diskusi ...