Home / Mancanegara / “Cinta Untuk Semua, Kebencian Bukan Untuk Siapapun” Tentu Saja Mereka Bukan Muslim
Lukisan Jalsah Salanah di London (Birds eye view)

“Cinta Untuk Semua, Kebencian Bukan Untuk Siapapun” Tentu Saja Mereka Bukan Muslim

Hits: 442

“Melayani kemanusiaan mengharuskan seseorang untuk tidak berhenti sampai ia telah memecahkan masalah orang lain dan menanggung beban mereka ke bahunya sendiri.”

LONDON – Sekte yang paling cepat berkembang di antara semua agama, dibakar dan diboikot di negaranya sendiri, tetapi umat Islam ini masih terus bekerja keras untuk menyebarkan pesan tentang perdamaian Islam. Mereka tidak ragu-ragu untuk mendiskusikan isu-isu saat ini seperti halnya terorisme. Mereka dipimpin oleh satu Khalifah, Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

baca juga: 

  • No items.

Tetapi mereka tidak hanya mempertahankan gagasan-gagasan mereka semata, mereka juga dikenal terus membela tanah air mereka meskipun mendapat streotip yang tinggi. Dari sebuah Negara di mana mereka memiliki populasi terbesar ? Pakistan ? mereka telah dibatasi dan ditekan oleh hukum. Hukum di negara asal mereka menyebut mereka sebagai non-muslim dan pendosa. Serangan dan kekejaman terus terjadi- Tetapi apakah mereka pantas mendapatkannya?

Selama beberapa tahun terakhir Jemaat Muslim Ahmadiyah telah berhasil mengumpulkan £150.000 untuk Poppy Appeal di seluruh Inggris. Mengambil bagian dalam sejarah negara di mana mereka tinggal dengan berpartisipasi dalam perkumpulan-perkumpulan dan mengundang para tetangga dan tamu. Dalam sebuah wawancara dengan Presiden organisasi Wanita dari masjid lokal Sunbury (Baitul Wahid) ia mengatakan: “Kami bekerja bersama-sama dan berharap bisa mengumpulkan dana untuk Poppy Appeal, kami berharap tahun ini bisa menghasilkan £20.000 di seluruh daerah.

Cabang lokal ini juga telah melaksanakan Macmillan Cancer coffee morning, Ibu Presiden mengatakan, “Kami membagi-bagikan selebaran dan mengumpulkan lebih dari £100, meskipun melalui pemberitahuan singkat.”

Ia melanjutkan bahwa tetangga dari berbagai agama hadir untuk perkara yang lebih besar. Bukankah tindakan seperti ini akan mengakhiri permusuhan antar agama?

Masjid Baitul Futuh London
Masjid Baitul Futuh London

Tidak hanya sampai di situ, komunitas Muslim Ahmadiyah mengumpulkan lebih dari £220.000 dengan melaksanakan sebuah penggalangan amal dengan berjalan kaki yang diikuti oleh 1600 anggota, berangkat dari Masjid Morden (Baitul futuh) – yang orang-orang mengenalnya sebagai masjid yang pernah terbakar. Mereka berjalan sekitar 5 km dan didukung oleh 46 badan amal dari berbagai daerah. Mereka mengharapkan dapat mengumpulkan total dana sebanyak £300.000.

Komunitas ini juga memiliki badan amal sendiri yang mencakup beberapa negara yang bernama Humanity First, yang memberikan bantuan saat musibah banjir, gempa bumi dan memenuhi kebutuhan bagi orang-orang yang membutuhkan.

Dalam International Peace Conference 2015, yang diadakan di Masjid Baitul Futuh, Hazrat Mirza Masroor Ahmad mengatakan, “Melayani kemanusiaan mengharuskan seseorang untuk tidak berhenti sampai ia telah memecahkan masalah orang lain dan menanggung beban mereka ke bahunya sendiri.” Jelas ini menunjukkan niat baik mereka, bukan?

Prestasi besar lain dari komunitas kecil ini adalah banyaknya pertemuan yang mereka laksanakan di beberapa negara, yang terbesar adalah yang diadakan di Inggris di mana lebih dari 30.000 orang datang berbondong-bondong, pertemuan ini juga merupakan pertemuan terbesar dalam jenisnya di Eropa. Berbagai anggota parlemen, para menteri, anggota kerajaan dan berbagai masyarakat yang lain datang untuk mengikuti acara ini. Dan bahkan setiap tahun para tamu mengucapkan janji baiat bergabung dengan komunitas ini selama acara spektakuler tersebut, bersamaan dengan seluruh anggota Ahmadiyah yang mengucapkan ikrar ketaatan mereka kepada Khalifah Islam.

Setiap masjid lokal yang dibangun komunitas ini merupakan sebuah tindakan yang menyatakan kepercayaan diri dan keyakinan mereka, meskipun banyak yang menghalangi jalan mereka. Mereka percaya perdamaian dapat dicapai, moto mereka adalah, “Cinta untuk semua, tiada kebencian kepada siapapun (Love for all, hatred for none).” Semua memiliki suara persatuan yang tidak dapat dilihat dalam agama lain. Apa yang akan Trump pikirkan mengenai Muslim ini?

Sumber: This is Local London
Alih Bahasa: Zahroh Ayu Khumayr
Editor: Lisa Aviatun Nahar

Baca juga

Hadiri Konferensi Internasional, Humanity First Indonesia Tuai Banyak Pujian

Hits: 1281London- Humanity First Indonesia (HFIdn) turut mengikuti konferensi Humanity First Internasional di United Kingdom (UK), ...

Tinggalkan Balasan