Home / Mancanegara / Gambia: Pesan Tahun Baru dari Ahmadiyah untuk Bangsa
Gambia: Pesan Tahun Baru dari Ahmadiyah untuk Bangsa

Gambia: Pesan Tahun Baru dari Ahmadiyah untuk Bangsa

Hits: 581

“Ketika seseorang melihat transformasi yang dibawa Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) pada orang-orang Arab di waktu itu dan meneliti bagaimana mereka diangkat dari keadaan putus asa, seseorang tidak akan mampu mengendalikan air matanya. Ini merupakan sebuah reformasi spiritual yang luar biasa, yang tidak pernah ada dalam sejarah bangsa manapun.”

GAMBIA – Sesama warga Gambia, mereka yang tinggal di Gambia dan teman-teman  Gambia,Saya tentunya bersyukur kepada Allah SWT bahwa Dia telah memberi kita hidup untuk menyaksikan permulaan tahun 2017 dan saya juga berharap anda semua mendapat tahun yang berkah hingga selanjutnya.

baca juga: 

Tahun Baru adalah pada awal era baru di Gambia – awal Republik Ketiga bangsa kita tercinta. Pada saat ini ada banyak pembicaraan tentang kekacauan politik dan kebuntuan di dalam negeri dan pandangan yang berbeda disajikan dalam berbagai arah. Namun ada ko-eksistensi yang tenang dan damai dan orang-orang tetap sibuk dengan bisnis mereka tanpa hambatan. Gambia sedang melatih sikap takut akan Allah dan mendambakan kemajuan di tahun ini. Dengan karunia Allah SWT negara akan bergerak dalam transisi damai dari atas panggung sejarah politiknya ke sebuah jalan lain yang menjadikan seluruh dunia iri kepada kita dengan gerak yang mampu bersaing. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kita melalui itu. Amin.

Pada Senin 12 Desember 2016 banyak umat Islam di Gambia merayakan Maulud Nabi SAW. (biasa disebut GAMO). Kepercayaan di sini untuk merayakan ulang tahun Nabi Agung Muhammad (saw). Bertepatan dengan itu Pimpinan Seluruh Dunia Jama’at Muslim Ahmadiyah dan Khalifah Kelima, Yang Mulia, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad (atba), yang berpidato dalam penutupan Konvensi Tahunan (Jalsah Salanah) ke 122 Jama’at Muslim Ahmadiyah di Qadian, India, Rabu 28 Desember 2016, berkata di antaranya:

“Semua umat muslim harus menyimak contoh sempurna Nabi Islam yang Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya).” Dia berbicara tentang contoh moral dan spiritual yang luar biasa yang ditunjukkan oleh pendiri Islam, Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) dan pengaruh tak tertandingi yang dimilikinya terhadap para pengikutnya.

Khalifah meneruskan berkata “Ibadah dan doa Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) ditawarkan dengan gairah yang kuat sehingga pengikutnya menjadi penyembah sejati Allah Yang Maha Kuasa dan hanya bersujud di hadapan-Nya. Ketika mereka menggunakan contoh ini, orang-orang yang sama yang sebelumnya musyrik, menjadi contoh ibadah tulus yang terbaik bagi semua orang dan untuk segala masa yang akan datang. Jelas, sebuah revolusi spiritual sejati yang muncul di antara manusia.”

Sekali lagi beliau berkata, “Ketika seseorang melihat transformasi yang dibawa Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) pada orang-orang Arab di waktu itu dan meneliti bagaimana mereka diangkat dari keadaan putus asa, seseorang tidak akan mampu mengendalikan air matanya. Ini merupakan sebuah reformasi spiritual yang luar biasa, yang tidak pernah ada dalam sejarah bangsa manapun.”

Hudhur (Khalifah) juga berbicara tentang bagaimana Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) menunjukkan suatu standar tertinggi tentang memaafkan, kerendahan hati dan rasa syukur di setiap waktu. Beliau berpandangan Kejatuhan Mekah merupakan sebuah contoh bagaimana beliau SAW. (Nabi Muhammad) memaafkan kaum yang sering menganiayanya dan pengikutnya selama bertahun-tahun dan mengusirnya dari tanah kelahirannya. Setelah kemenangannya, warga Mekkah menginginkan balas dendam namun beliau menunjukkan kepada mereka, contoh pengampunan dan kasih sayang yang tak tertandingi.

Membandingkan contoh dari Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) dan pemimpin dunia hari ini dan masa lalu, Hudhur (Khalifah) berkata: “Sepanjang sejarah kita telah melihat bagaimana ketika banyak pemimpin dunia mendapatkan kekuatan, mereka menjadi diktator atau tirani. Kenyataannya, bahkan ketika seseorang yang normal meraih keberhasilan atau kemenangan, dia sering mendongakkan kepala dengan penuh arogansi dan harga diri. Akan tetapi, contoh dari manusia sempurna, Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) adalah dengan menunjukkan hanya kerendahan hati dan pengampunan saja ketika berada di puncak kejayaan.”

Mengenai rasa syukur beliau SAW., Hudhur (Khalifah) menyebutkan bagaimana Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) begitu berterimakasih kepada istri pertamanya Hadhrat Khadijah RA. (semoga Allah merahmatinya) yang telah memberikan beliau SAW. cinta, dukungan dan kesetiaan di masa-masa awal kedatangan Islam ketika semua orang meninggalkannya; dan Kerajaan Kristen dari Abyssinia, Raja Negus (Najashi) yang memberikan perlindungan kepada beberapa Muslim ketika mereka melarikan diri dari penganiayaan oleh warga Mekkah Arab.

Hudhur (Khalifah) mengatakan, “Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) tidak pernah melupakan kesetiaan istrinya dan menganggap hal tersebut sebagai suatu nikmat kepadanya dan selalu tetap berterima kasih kepadanya.”

Hudhur (Khalifah) berpendapat bahwa umat Muslim berkewajiban mengikuti contoh dari Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) dan merupakan kewajiban bagi Muslim lelaki untuk memperlakukan istri mereka dengan cinta, kebaikan dan berterima kasih kepada mereka. Khalifah melanjutkan,” Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya) tetap selamanya berterima kasih kepada Raja Kristen dan secara pribadi menerima delegasi yang dikirim oleh Raja Negus sebagai bentuk terima kasih.

Hudhur (Khalifah) mengakhiri pidato dengan berdoa supaya umat Islam di seluruh dunia terpanggil untuk mencerminkan dan menghormati nilai-nilai yang diajarkan Nabi Agung Muhammad SAW. (damai dan berkah besertanya).”

Nabi Muhammad SAW. (damai dan rahmat semoga senantiasa padanya), pendiri Islam, Guru dan Imam Utama kita membiarkan delegasi Kristen dari Nijran untuk beribadah dengan cara mereka sendiri di masjid di Madinah, dan hal tersebut merupakan sebuah contoh sempurna dari toleransi dan pemahaman beragama yang dipertunjukkan. Bukankah kita memiliki hati untuk memaafkan daripada melakukan kekejaman yang bertentangan dengan kemanusiaan dan membunuh orang yang tidak bersalah? Agama tidak dimiliki oleh badan atau kelompok, itu hanya untuk Allah SWT dan demi-Nya.

Sebagai sesama, saya berpesan kepada orang-orang Gambia, orang-orang yang tinggal di Gambia dan teman-teman dari Gambia adalah:

Sembahlah Allah, dan hanya Allah saja;

Cintai dengan sepenuh hati tanah air kita, Gambia;

Biarlah keadilan memandu semua tindakan kita dan kita harus menghormati satu sama lain sebagai pribadi dan satu keluarga;

Berikan cinta dan pengampunan yang optimal bagi orang-orang di sekitar Anda dan untuk semua orang;

Jadikan agenda pengembangan Gambia sebagai prioritas kita dan berkontribusilah sesuai dengan kemampuan Anda terhadap realisasinya;

Biarlah keberagaman kita menjadi kekuatan kita dan jangan berikan ruang untuk penghancuran nilai-nilai yang berbeda;

Tunjukkan rasa terima kasih dan bersikaplah rendah hati.

Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada Pemerintah yang akan berganti atas semua perkembangan yang terjadi selama lebih dari dua dekade di negara ini.

Untuk Pemerintah yang akan datang saya mendoakan semua yang terbaik untuk Anda sekalian dan mengingatkan bahwa warga Gambia adalah satu, Muslim dan Kristen, dan harus diperlakukan seperti itu. Anda datang ke kantor untuk memimpin rakyat dengan keyakinan politik, etnis dan agama yang beragam. Kepemimpinan yang baik adalah apa yang diharapkan dari Anda dan kita semua harus bergandengan tangan untuk meningkatkan hal tersebut. Hormati semua dan jangan diskriminasi siapapun. Kita bukanlah majikan dari rakyat tapi pelayan mereka. Hormati Konstitusi dan ikuti perundang-undangan itu; gunakan lagu kebangsaan sebagai kendaraan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas.

Untuk sesama warga dan teman-teman saya dari negara ini, mari kita ingat bahwa kita telah memilih sebagian dari kita untuk menjalankan urusan negara. Kita semua tidak bisa berada di balik kemudi untuk urusan-urusan tersebut dan kita semua tidak bisa menjadi Anggota Kabinet dan kita semua tidak bisa menjadi Kepala Departemen dan Direktur Utama. Kita dapat memberikan kontribusi berbeda semampu kita dengan kapasitas yang berbeda untuk memberikan total aspirasi keseluruhan untuk pembangunan. Sekuat apapun keinginan terhadap pembangunan kita tidak bisa mencari jalur cepat untuk itu, jadi mari kita bersabar dan membantu mereka yang kita percayakan tanggung jawab untuk mengarahkan kapal.

Pimpinan Tertinggi Jama’at Muslim Ahmadiyah Sedunia Hadhrat Khalifatul Masih V (atba) menyampaikan salam dan doa untuk seluruh warga Gambia dan non-Gambia pada kesempatan peringatan Tahun Baru.

Semoga Allah SWT membuat tahun ini sukses dan dengan kemakmuran bagi negara, dan menjadikan seluruh warga Gambia dan non-Gambian memelihara dan menghargai perdamaian, keamanan, stabilitas dan harmoni yang ada di tanah air yang kita sayangi dan cintai, yang telah dinikmati warga Gambia selama bertahun-tahun. Kami berdoa agar Tuhan kita, Sang Pencipta, Sang Maha Perkasa dan Pelindung kita akan terus membangun dan menjaga perdamaian di seluruh negeri dan menjadi Penuntun dan Penolong di setiap waktu. Amin

Dengan hormat,

Baba F. Trawally, Amir

Sumber: Times Of Ahmad
Alih Bahasa: Zahroh Ayu Khumayr
Editor: Lisa Aviatun Nahar

Baca juga

Sasar Dunia Digital, Tiga Majelis di Kota Bogor Gebrak Linimasa Twitter Lewat #SBCReborn

Hits: 476“Lewat media sosial dan blog, kami (Majelis SBC-red) tidak hanya ingin menonjolkan kegiatan dan ...