Home / Dakwah / Hari Masih Mau’ud (Almasih Yang Dijanjikan)
Mari kita rayakan Hari Masih Mau’ud dengan mengenal beliau lebih banyak, misinya dan jamaahnya. | alislam 20160323 Masih mau'ud day
Mari kita rayakan Hari Masih Mau’ud dengan mengenal beliau lebih banyak, misinya dan jamaahnya.

Hari Masih Mau’ud (Almasih Yang Dijanjikan)

SELAMAT Hari Masih Mau’ud ke-122!

23 Maret 1889 merupakan hari revolusioner dalam sejarah agama-agama dunia. Pada hari itu, penantian semua agama tentang kedatangan sosok reformer, juru selamat, penebus dosa dan juga Almasih berakhir sudah.

Setiap agama memiliki nubuatan tentang kedatangan seorang reformer pada akhir zaman. Misalnya, pengikut Hindu menanti kedatangan kembali Krishna yang disebut di dalam kitab mereka; pengikut Kristen menunggu kedatangan Isa; pengikut Islam menanti kehadiran Isa dan juga Imam Mahdi. Pengikut Zoroaster menunggu kedatangan Mesio Darbahme. Pengikut Buddha menantikan kedatangan Buddha pada zaman ini.

Semua agama menggambarkan dengan tepat waktu yang sama kemunculan reformer rohani masing-masing. Misalnya, Rasulullah saw. menubuatkan bahwa Imam Mahdi akan datang pada abad ke-14 Islam dan akan terjadi kelaparan dan gempa bumi serta bencana-bencana alam lainnya. Beliau saw. juga bersabda, umat Islam pada zaman ini akan mengalami kemunduran dalam kerohanian dan ulama-ulama mereka menjadi makhluk terburuk di muka bumi. Begitu pula beliau saw. menubuatkan tentang gerhana matahari dan bulan pada bulan suci Ramadhan. Nabi Isa a.s. juga menubuatkan tentang terjadinya gerhana-gerhana. Nabi Isa a.s. juga bersabda, bintang-bintang akan jatuh yang secara metafora berarti kondisi rohani para pemuka agama akan memprihatinkan.

Sang Buddha Ghautama a.s. juga menubuatkan terjadinya wabah sebagai pertanda kedatangannya kembali. Ramalan adanya wabah juga ditemukan di dalam kitab suci Hindu sebagai tanda kedatangan kembali reformer suci mereka. Mengenai wabah ini hanya beberapa tanda-tanda yang disebutkan oleh para pendiri agama-agama tersebut.

Sekarang jika kita melihat kembali pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kita menyadari bahwa semua tanda-tanda ini terwujud satu per satu. Mulai dari bencana-bencana alam hingga kondisi rohani dari para pemuka agama, gerhana dan wabah, semua nubuatan ini telah terbukti nyata. Hal ini bisa menimbulkan keributan bila semua agama menerima reformer masing-masing seperti yang ada di dalam pikiran mereka. Saya membayangkan hal itu akan terjadi anarkisme. Mengenai kedatangan Nabi Isa a.s., baik Muslim maupun Kristiani akan mulai berseteru mengenai Isa yang dimaksud. Dan, bila Isa telah datang, apa yang terjadi dengan Imam Mahdi? Oleh karena itulah Nabi Muhammad saw. telah menubuatkan bahwa Isa dan Mahdi adalah orang yang sama. Begitu pula wabah yang menjadi tanda kedatangan Buddha dan Krishna–‘alaihimu’s-salām (ams.) masing-masing bagi agama Buddha dan agama Hindu. Bayangkan situasi bila Buddha dan Hindu berseteru atas tanda wabah yang mereka miliki. Betapa dangkalnya pemikiran para pemuka agama namun nyatanya hal ini masih ada. Karenanya ketika waktu yang tepat tiba, saat Muslim menghitung waktu hingga abad ke-14 dan Kristen mulai mengumumkan tanggal kedatangan Almasih mereka. Tuhan bekerja dengan cara yang paling logis dan rasional dan mengirimkan SESEORANG yang menjadi Almasih, Mahdi, Krishna, Buddha dan reformer bagi semua agama.

Setelah menerima wahyu dari Tuhan, Mirza Ghulam Ahmad Qadiani dari India mendakwakan diri sebagai reformer rohani yang semua agama sedang nantikan. Beliau datang untuk memanifestasikan kepada dunia, kebenaran semua nabi. Beliau menunjukkan wajah hakiki dan beberkat Islam dan Kristen. Beliau menjelaskan bagaimana Isa a.s. merupakan nabi yang mulia dari Tuhan yang telah memenuhi misinya, selamat dari penyaliban dan wafat dengan kematian yang wajar di India. Beliau menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad saw. sebagai materai para Nabi–ams. dan merupakan Nabi pembawa syariat terakhir. Beliau menguraikan arti sebenarnya dari Jihad dan mengingatkan Muslim untuk menjauh dari interpretasi bahwa jihad itu dengan menumpahkan darah. Di atas segalanya itu beliau menyebarluaskan pesan damai yang dibutuhkan dunia saat ini.

Mari kita rayakan Hari Masih Mau’ud dengan mengenal beliau lebih banyak, misinya dan jamaahnya.

 

Sumber: examiner.com; alih bahasa: Iin Qurrotul Ain; editor: Jusman & Rām DMX.

Baca juga

Ribuan Warga Ahmadiyah Peringati Maulid Nabi, Sejumlah Tokoh Berharap JAI Terus Sebarkan Kasih Sayang

Tasikmalaya- Ribuan warga Ahmadiyah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Baitturahim Singaparna dan ...

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.