Home / Mancanegara / Jemaat Ahmadiyah Nigeria mulai bekerja di Proyek Universitas
Jemaat Ahmadiyah Nigeria mulai bekerja di Proyek Universitas.

Jemaat Ahmadiyah Nigeria mulai bekerja di Proyek Universitas

Hits: 931

Konsultan Universitas, Prof. Ayo Omotayo dari Lagos State University mengatakan bahwa MIU akan menjadi salah satu univeritas terbaik dalam waktu dekat. Oleh karena itu ia meminta untuk dukungan sepenuhnya dari warga dan anggota.

NIGERIA – Peletakan batu pertama Minaret International University, MIU, yang didukung penuh oleh Jamaah Muslim Ahmadiyah Nigeria telah dimulai di Ikirun, negara bagian Osun, Bagian Selatan Nigeria Barat.

Acara tersebut dipimpin oleh Amir atau Ketua, Dr. Mashhud Fashola disertai kehadiran anggota Majlis Amila, para pemimpin tradisional, selaku tokoh keturunan terkemuka di Osun.

baca juga: 

Minaret International University, saat sepenuhnya selesai nanti akan siap untuk menghasilkan lulusan yang disiplin, agamis, terampil dan keratif.

Kedua proyek yang direncanakan yakni pertanian dan unitversitas telah menerima persetujuan dan restu dari Pemimpin Jamaah Muslim Ahamadiyah sedunia, Yang Mulia, Hazrat Mirza Masroor Ahmad.

Dalam sambutan beliau kepada ratusan penduduk asli di Ikirun, sang Amir menjelaskan bahwa MIU akan menjadi sebuah lembaga pendidikan tinggi yang unik, terstandarisasi dan layak, serta terhindar jauh dari pola pikir fanatik sempit, ketidaksenonohan, serta perilaku tidak bermoral. Beliau menjelaskan bahwa para lulusan lembaga ini tidak perlu kesulitan dalam mencari pekerjaan setelah wisuda karena mereka akan dipersiapkan menjadi pribadi yang mandiri dengan berbagai keahlian dan pengetahuan teknis.

Dr. Fashola menjelaskan bahwa program MIU Kewirausahaan Pertanian akan segera dimulai sejalan dengan arahan Hazrat Khalifatul Masih ke V, serta bahwa proyek itu akan menyediakan sumber tambahan pendapatan untuk memfasilitasi proyek Universitas.

Beliau lebih lajut menyatakan bahwa penerimaan ke dalam Universitas akan lebih layak, serta terlepas dari perbedaan agama, bahasa dan suku. Beliau menjelaskan bahwa tujuan dari Jamaah Ahmadiyah adalah memperbaharui dunia. Namun beliau menjelaskan bahwa hanya dengan doa yang terus menerus dari semua orang yang akan membantu kesuksesan proyek Universitas, serta bahwa Jemaat akan menyambut baik segala kontribusi dari masyarakat untuk proyek pertanian melalui pembelian saham.

Yang Mulia, Raja Oba Olayiwola Olawale Adedeji II, sang Akinrun dari Ikirunland memuji langkah untuk mendirikan MIU di Ikirun dan menjanjikan adanya dukungan moral secara penuh oleh seluruh warga pribumi Ikirun demi kelangsungan proyek ini.

Oba Olayiwola Olawale Adedeji II, yang tampak sangat berbahagia, menjelaskan bahwa biaya untuk menempuh pendidikan di MIU akan sangat terjangkau bahkan bagi masyarakat yang kurang mampu, serta di saat yang bersamaan institusi tersebut juga akan menyediakan lahan pekerjaan bagi masyarakat Ikirun serta para lulusan juga akan menjadi orang-orang yang hebat dalam segala bidang. Beliau menjelaskan bahwa hal ini sejalan dengan berbagai diskusi yang sebelumnya telah dilaksanakan bersama jajaran pimpinan Jemaat.

Konsultan Universitas, Prof. Ayo Omotayo dari Lagos State University mengatakan bahwa MIU akan menjadi salah satu univeritas terbaik dalam waktu dekat. Oleh karena itu ia meminta untuk dukungan sepenuhnya dari warga dan anggota. Beliau meminta setiap orang untuk memberikan kontribusi yang bermanfaat untuk proyek.

Dalam ucapan selamat beliau kepada masyarakat Ikirun selaku komunitas tuan rumah, Prof. Omotayo menyatakan bahwa Universitas adalah sebuah agen perubahan di dalam masyarakat yang biasanya menyediakan berbagai kesempatan pekerjaan untuk warga pribumi. Beliau mengajak seluruh warga pribumi untuk untuk bersikap ramah serta akomodatif terhadap para pekerja di lokasi pembangunan Universitas.

Sumber: Times of Ahmad
Alih bahasa : Lisnawati
Editor: Irfan S. Ardiatama

Baca juga

Dapat Hancurkan Sebuah Negara, Jemaat Ahmadiyah Nigeria Peringatkan Bahaya SARA dan Korupsi

Hits: 748NIGERIA – Jemaat Muslim Ahmadiyah Nigeria berpendapat jika perbedaan etnis atau suku bukanlah masalah ...