Home / Mancanegara / Kanada: Sebuah Cerita, Kampanye Hijab “yang terpuji”
Hijab merupakan simbol kesucian, menandakan kemuliaan, moralitas, serta kesucian perempuan. (Foto: Steve Somerville | YorkRegion.com)
Hijab merupakan simbol kesucian, menandakan kemuliaan, moralitas, serta kesucian perempuan. (Foto: Steve Somerville | YorkRegion.com)

Kanada: Sebuah Cerita, Kampanye Hijab “yang terpuji”

HIJAB merupakan simbol kesucian, menandakan kemuliaan, moralitas, serta kesucian perempuan, di mana berbeda dengan kaum perempuan barat, mereka tidak membiarkan diri mereka menjadi objek eksploitasi, dan dipermainkan kesana kemari seperti benda tak berharga yang bisa diperlakukan sesuka hati dan dibuang begitu saja.

oleh Raza Kara | 20 Januari 2015 atau 2016?

“Menyingkap pembatas hijab”

 

PENGGABUNGAN oleh Hira Muneeb dan Hena Malik dari Jamaah Ahmadiyah dan Kim Zarzour dari kaum liberal, telah menghasilkan sebuah komentar yang menarik mengenai keutamaan hijab, hubungannya kepada ketaatan beragama, kebebasan memilih, serta menghilangkan mitos bahwa hijab adalah simbol penindasan terhadap perempuan.

Sebaliknya, seperti telah sering dijelaskan, hijab merupakan simbol kesucian, menandakan kemuliaan, moralitas, serta kesucian perempuan, di mana berbeda dengan kaum perempuan Barat, mereka tidak membiarkan diri mereka menjadi objek eksploitasi, dan dipermainkan kesana kemari seperti benda tak berharga yang bisa diperlakukan sesuka hati dan dibuang begitu saja.

Penyelenggara dan kontributor acara bersifat bijak, mendidik, sekaligus sebagai kritik tajam ini agar dapat menjadi perhatian.

Saya berharab eksperimen Zarzour yang jujur dalam menggunakan hijab dan menggunakannya di tempat umum dapat membantu mengurangi rasa takut publik akan perempuan muslim.

Mereka dapat dengan bangga melaksanakan tugasnya di masyarakat dan justru merasa semakin kuat atas pilihan yang telah mereka jalankan. Sekaligus, menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mentoleransi, menghormati, serta ikut serta melaksanakan pilihan warga Kanada lainnya.

Undangan yang inovatif dari pihak penyelenggara kepada publik untuk mempelajari bagaimana rasanya menjadi perempuan muslim serta mencoba memakai hijab akan menjadi sebuah langkah jangka panjang dalam memperkuat hubungan antar perempuan pada seluruh komunitas. selain itu, karena sekarang tengah musim dingin, orang-orang akan membutuhkan penutup kepala, tidak peduli keyakinannya.

Secara kebetulan, The Huffington Post juga memberitakan bahwa para desainer rumah mode Italia, Dolce Gabbana, telah mengeluarkan koleksi pertama abaya serta hijab, yang oleh Forbes disebut-sebut sebagai langkah paling cerdas oleh perusahaan tersebut sejak beberapa tahun. Beberapa rumah mode Barat seperti Tommy Hillfiger, DKNY, dan Mango, juga mulai menyadari langkah untuk mulai menyasar pasar perempuan muslim.

_
Sumber: Ahmadiyya Times; alih bahasa: Irfan S. Ardiatama; editor: Raam DMX

Baca juga

Amalkan Islam Damai, Mahasiwa asal York Ini Sebut Para Ahmadi Sosok yang Menginspirasi

KANADA – Para anggota Ahmadiyah telah menjadi contoh terbaik tentang artinya menjadi warga negara Kanada. Hal ...

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.