Home / Khazanah / Keistimewaan Umar bin Abdul Aziz
umar bin abdul aziz

Keistimewaan Umar bin Abdul Aziz

Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin Hakam bin Abul Ash bin Umayyah bin Abdusy Syams bin Abdu Manaf. Ibunya bernama Laila Ummu Asim binti Asim bin Umar bin Khaththab. (Khalifah Rasyid ke-2). Menyatu dalam jalur silsilah dengan Nabi Muhammad saw pada Hasyim bin Abdu Manaf bin Qusyay. Bersatu dalam jalur keluarga Khalifah Utsman dengan silsilah‘Utsman bin Affan bin Abul Ash bin Umayyah. Umar bin Abdul Aziz lahir di Mesir pada 61 H/682-683 saat ayahnya menjabat Amir (gubernur) Mesir.

Menjalani remaja dan pendidikan agama dengan beberapa sahabat Nabi saw dan para anak-anak sahabat di Madinah. Menjadi Amir Hejaz (Madinah, Makkah dsk) pada 706 (umur 28 tahun). Mendapat wasiyat untuk menjadi Khalifah oleh Sulaiman bin Abdul Malik bin Marwan. Keistimewaannya:

1. Kendati ditunjuk dengan surat keputusan Khalifah sebelumnya (saat itu telah bercorak kerajaan), beliau menanyakan kerelaan rakyatnya saat memulai menjadi Khalifah bahkan memberi pilihan orang lain;

2. Sedapat mungkin mendekatkan diri dengan Sunnah Nabi saw dan para Khalifah Rasyidah:

3. Menghentikan tradisi mencaci Hadhrat Ali ra dan keluarganya di khotbah menjadi melafalkan ayat ‘innAllaha ya-muru bil ‘adli wal ihsaan…dst’ (Surah an-Nahl; 16:91) yang berlaku hingga kini;

4. Sangat ketat dalam kesederhanaan dan memisahkan antara harta Negara dan harta pribadi;

5. Menghukum cambuk orang yang menyebut Yazid ibn Muawiyah dengan doa ‘radhiyAllahu ‘anhu’ dan ‘amirul mu’minin’ karena ia bukan sahabat Nabi saw dan juga raja yang kejam (Tarikhul Khulafa Imam Suyuti dan Tahdhibut Tahdhib, Imam Hajar Asqalani);

6. Mengurangi secara drastis ekspansi dan konfrontasi militer dengan negeri tetangga non Islam dan fokus ke pembenahan dan harmonisasi internal Muslim; 7. Mengirim misi tabligh via surat dan/atau utusan ke negeri non Muslim seperti ke Sriwijaya (Sumatra), Sind, Afrika, China dan Tibet;

8. Sangat adil dan terbuka. Seorang Hakim utusannya memenangkan gugatan rakyat terhadap penguasa militer daerah yang terbukti salah; 9. Reformasi pengelolaan keuangan, pemasukan meningkat berkali lipat. Beliau menjadi Khalifah pada 717 dan wafat pada 720 (101 H awal abad ke-2 Hijrah). Beliau Khalifah Umayyah yang tidak menunjuk anak sendiri sebagai raja. Beliau juga mendapat penentangan dan intrik dari sebagian keluarga Umayyah sejak menjadi Amir Hejaz. Terindikasi wafat diracun di usia 39. (Dildaar AD)

Baca juga

Gandeng GP Ansor, Jemaat Ahmadiyah Indonesia Gelar Orasi Kebangsaan

BOGOR – Bersama GP Ansor, Jemaat Ahmadiyah Indonesia menggelar orasi kebangsaan di halaman Masjid Nasr, ...

2 komentar

  1. assalamu ‘alaikum

    Ralat silsilah: Ummu Asim bin Asim bin Umar bin Khaththab, harusnya Laila Ummu Asim binti Asim bin Umar bin Khaththab.

    Kewafatan beliau masih kontroversial. Tapi intinya memang tak wajar. Memang satu riwayat menyebutkan beliau dibunuh dengan diracun.

    Soal korespondensi dengan raja sriwijaya, silakan klik:
    http://integralist.blogspot.com/2013/03/sri-indrawarman.html

  2. warta-ahmadiyah

    Jazakallah

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.