Home / Dakwah / Maulid Nabi Muhammad saw. diwarnai kegiatan anak-anak muslim Ahmadiyah Jaksel
Maulid Nabi Muhammad saw. warnai kegiatan anak-anak muslim Ahmadiyah di Jakarta Selatan
Maulid Nabi Muhammad saw. warnai kegiatan anak-anak muslim Ahmadiyah Jakarta Selatan

Maulid Nabi Muhammad saw. diwarnai kegiatan anak-anak muslim Ahmadiyah Jaksel

JAKARTA —Selama dua hari berturut-turut, anak-anak muslim Ahmadiyah meramaikan kegiatan rohani Hari Maulid Nabi Muhammad saw. di Masjid Al-Hidayah di Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan, pada Kamis hingga Jumat, 24—25 Desember 2015.

Kehadiran mereka adalah pula dalam rangka “Pekan Athfal dan Nasirat” dan Siratun-Nabi saw., digelar untuk mengisi libur sekolah. Dalam Siratun-Nabi saw. ini, mereka beritikaf atau menginap di masjid.

Nasirat adalah kependekan dari Nasiratul Ahmadiyah, organisasi badan anak-anak perempuan di dalam Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Sedangkan Athfal adalah kependekan dari Majelis Athfalul Ahmadiyah. Ia merupakan organisasi badan anak-anak laki-laki di dalam Jamaah Muslim Ahmadiyah.

Mengawali sesi pembukaannya, acara Pekan Athfal dan Nasirat dibuka dengan tilawah ayat-ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan Janji Athfal serta Janji Nasirat.

Salah satu sesi siraman rohani adalah dari seorang pakar IT, Partono Rudiarto. Dia menjelaskan mengenai manfaat dan mudaratnya internet bagi anak-anak.

Partono menerangkan, internet “mengundang” bahaya, salah satunya adalah pornografi, terlebih jika sudah kecanduan gadget. Tapi, dia mengatakan juga, banyak manfaat yang didapat. Salah satunya adalah memperoleh materi pelajaran sekolah.

Penggunaan handphone ataupun gadget sebaiknya diberlakukan ketika anak-anak berusia minimal tigabelas tahun, kata Partono di depan anak-anak.

Sesi siraman rohani lain adalah dari muballigh Maulana Luthfi Julian Putra. Dalam ceramahnya, Maulana Luthfi membahas tentang bahaya ISIS di kalangan anak-anak.

Maulana Luthfi menekankan pentingnya bertoleransi dan menghindari tindak kekerasan. ”Ini sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah saw. dan tercantum dalam kitab suci Al-Qur’an,” katanya.

Rangkaian ibadah shalat berjamaah menghiasi kegiatan Maulid Nabi saw. Jumat paginya, para Athfal dan Nasirat ikut dalam Shalat Tahajjud dan Shubuh berjamaah beserta tadarusannya, yakni taklim Al-Qur’anul Karim.

Usai shalat dan tadarusan, para Athfal dan Nasirat melakukan jalan santai sepanjang kawasan Jalan Bendi dekat pemakaman Tanah Kusir dan dilanjut dengan beberapa permainan.

Selepas Shalat Jumat, acara Pekan Athfal dan Nasirat dalam rangka Hari Maulid Nabi Muhammad saw. ini selesai. Para orang tua sudah siap menjemput putra-putrinya. ”Alhamudillaah, selama mengikuti Pekan Athfal dan Nasirat, mereka bisa melaksanakan shalat lima waktu dan Shalat Tahajjud berjamaah, juga Ta`limul Qur’an,” kata Maulana Luthfi saat penutupan pekan athfal dan nasirat cabang Kebayoran.

_
Kontributor: Jihan Syaffina
Editor: Talhah Lukman Ahmad dan Rahmat Ali Daeng Mattiro

Baca juga

Mengenal Manislor, Desa dengan Penduduk Pendonor Kornea Mata Terbanyak Versi MURI

JAKARTA – Senyum bahagia terpancar dari bibir Yusuf Ahmadi. Kepala Desa Manislor ini tidak membayangkan ...

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.