Home / Mancanegara / Muslim Apologies merupakan respon cerdas dan informatif terhadap Islamophobia Barat
muslimapologies-warta-ahmadiyah

Muslim Apologies merupakan respon cerdas dan informatif terhadap Islamophobia Barat

Seiring meningkatnya jumlah orang tidak bisa melihat perbedaan antara Isis dan pemeluk Islam yang damai Islam, umat Islam meminta maaf atas agama mereka dengan cara yang sarkastis.

Islam merupakan agama yang dianut 2 milyar orang dari seluruh dunia dengan latar belakang dan budaya yang berbeda. Akhir-akhir ini Islam mengalami banyak sorotan dan kecurigaan karena kekejaman yang dilakukan oleh Isis di Irak dan Suriah.

Saat belum disalahtafsirkan dan dirusak oleh kaum fanatik, Islam adalah agama yang didasarkan sepenuhnya pada perdamaian, toleransi dan rasa hormat. Nilai-nilai tersebut dapat ditemukan pada semua agama, dari agama Yahudi dan Kristen hingga Buddha dan Hindu. Dan sebagai ulama Reza Aslan menunjukkan dalam perdebatan di CNN pekan ini, semua agama-agama ini, termasuk agama Buddha, memiliki fundamentalis garis keras mereka yang mendatangkan malapetaka di dunia.

Sejak beberapa Muslim Barat memutuskan untuk mengikuti jalur ini, dan bergabung dengan kelompok teroris ISIS di luar negeri, Muslim di seluruh dunia dipaksa untuk secara terbuka membela keyakinan mereka karena rasa takut dilaitkan dengan ISIS.

Hal inilah yang melatarbelakangi munculnya tagar #MuslimApologies . Sejumlah tweet sarkastik dan infromatif muncul menyoroti kontribusi muslim terhadap dunia. Salah satu contoh bagus datang dari wartawan Huffington Post Medhi Hasan, yang men-tweet “Aku mohon maaf untuk kopi, cek, parasut, kimia, inokulasi, sabun, sampo, kamera, dll #muslimapologies”.

Seperti tagar #NotInMyName, #MuslimApologies bagian dari tren yang berkembang dikarenakan Muslim muak mendapatkan perlakuan diskriminasi karena agama mereka. Tweet-tweet tersebut begitu penting karena, meskipun sarkastik, mereka masih menunjukkan sisi yang berbeda dari Islam yang banyak yang tidak disadari, seperti kewajiban orang dan juga perempuan Muslim untuk menuntut ilmu. Menuntut ilmu merupakan kewajiban yang telah dituliskan dalam A-Quran bagi setiap muslim dan telah menyebabkan kopi, kamera, catur dan destilasi diperkenalkan kepada dunia.

Dengan begitu banyak komentar Islamophobia dilontarkan di media sosial saat ini, dan Islam terus-menerus digambarkan secara negatif oleh media menjadikannya alasan bagi Muslim melawan dengan cara cerdas dan informatif, dan meningkatkan kesadaran tentang sejarah agama.

Diterjemahkan dari : http://www.independent.co.uk/voices/comment/muslimapologies-is-a-witty-and-informative-response-to-western-islamophobia-9772439.html

Baca juga

Jubir Jemaat Ahmadiyah Adelaide : Islam Tidak Ada Hubungannya dengan Terorisme

AUSTRALIA – Pasca aksi terorisme di Manchester, London, dan Melbourne, juru bicara Jemaat Muslim Ahmadiyah ...

Tinggalkan Balasan

Mau selalu update Warta Ahmadiyah?
Silakan klik tombol “Like/Sukai Halaman” di bawah ini.

Kritik/saran dapat Anda sampaikan pada kolom “Pesan” atau email ke
redaksi@warta-ahmadiyah.org
Terima kasih.