Home / Mancanegara / Ahmadiyah Tumbuh Agresif di Afrika, Ada Apa? Ini Penjelasannya (I)

Ahmadiyah Tumbuh Agresif di Afrika, Ada Apa? Ini Penjelasannya (I)

Hits: 17

Beberapa hari yang lalu portal media online republika.co.id merilis artikel dengan judul “Ahmadiyah dan Syiah Tumbuh Agresif di Afrika, Ada Apa?”. Tulisan itu mendapatkan respon yang cukup baik, terlihat dari banyaknya jumlah orang yang membagikan tautan tersebut. Pada tulisan ini, tim warta-ahmadiyah.org akan mengupas lebih dalam mengenai awal mula kedatangan Ahmadiyah di benua hitam hingga seberapa besar pengaruhnya disana.

Tim telah melakukan wawancara ekslusif dengan Salahuddin, seorang mahasiswa Jamiah Ahmadiyah Internasional (sebuah lembaga pendidikan Mubaligh Ahmadiyah) Ghana yang berasal dari Sierra Leone. Negara yang memiliki semboyan “Unity, Freedom, Justice” (Persatuan, Kebebasan, Keadilan) tersebut merupakan salah satu negara dimana pengaruh dan kontribusi Ahmadiyah disana sangat besar. Sehingga dalam sebuah kesempatan, Presiden Sierra Leone pernah mengambil keputusan untuk mengatur ulang jadwal kunjungan kenegaraannya dan memilih untuk menghadiri pertemuan tahunan (Jalsah Salanah) Ahmadiyah disana.

Awal mula Ahmadiyah di benua Afrika

Ahmadiyah pertama kali masuk ke benua Afrika pada tahun 1915 melalui Hafiz Sufi Ghulam Muhammad MA, seorang Ahmadi (sebutan untuk pengikut Ahmadiyah) yang mukhlis, bergelar diploma bahasa Inggris, Hafiz Alquran dan pandai berbahasa Arab. Negara pertama yang beliau sambangi adalah Mauritius. Disana beliau bertugas sekitar 12 tahun dan dengan karunia Allah beliau mendapatkan keberhasilan yang luar biasa.

Sekitar 6 tahun kemudian, tepatnya tahun 1921, Ahmadiyah mulai masuk ke negara-negara di Afrika Barat lainnya melalui Nigeria, Ghana dan Sierra Leone. Pada saat itu juga Khalifah Ahmadiyah yang kedua, Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad radhiyallahu anhu mengutus Maulwi Abdurrahim Nayyar untuk menyebarkan pesan Islam Ahmadiyah ke negara-negara tersebut. Hingga sekarang Ahmadiyah disana telah berkembang sangat pesat.

Ahmadiyah Sierra Leone

Berkenaan dengan Ahmadiyah Sierra Leone, Salahuddin menceritakan sebuah kisah yang sangat menarik. Ketika Maulvi Abdurrahim Nayyar pertama kali menginjakan kaki ke Sierra Leone, beliau langsung melakukan pertabligan kepada seorang raja tertinggi yang memiliki pengaruh kuat di seluruh negeri.

Raja tersebut beragama Kristen sehingga dia menolak seruan Maulvi Nayyar dan berencana untuk mengusir serta membuangnya ke tengah hutan yang di dalamnya terdapat banyak binatang buas. Saat hendak membuang Maulvi Nayyar, raja tersebut mengatakan, “Jika nabi yang kamu sebut itu benar, maka kamu pasti bisa bertahan hidup dan keluar dari hutan ini dengan selamat”.

Bersamaan dengan itu, raja mengirimkan adik kandungnya untuk memantau keadaan Maulvi Nayyar dan selanjutnya memberikan laporan kepada kakaknya tersebut. Dalam setiap laporannya, adik raja itu selalu melaporkan bahwa Maulvi Nayyar masih terus bertahan hidup dan selalu mendirikan shalat serta menyibukan diri dalam berdoa.

Pada akhirnya adik Raja tersebut memutuskan untuk berbicara dengan Maulvi Nayyar. Dia bertanya, “Mengapa kamu masih tetap hidup di tengah hutan seperti ini?”, Maulvi Nayyar menjawab, “Pesan yang dibawa oleh saya ini adalah pesan yang dibawa oleh seorang utusan dari Allah Ta’ala sehingga tidak akan mungkin gagal”. Beliau juga berkata bahwa tempat yang selalu beliau gunakan untuk mendirikan shalat dan berdoa, pada suatu saat nanti akan menjadi pusat dari Ahmadiyah di Sierra Leone. Dengan karunia Allah, sejak masa awal perkembangan Ahmadiyah hingga saat ini, tempat tersebut menjadi pusat Ahmadiyah Sierra Leone. Lokasinya bernama Bo Town.

Singkat cerita sang raja meninggal. Dikarenakan dia tidak memiliki anak laki-laki maka adiknya-lah yang naik tahta dan menjadi raja. Pada akhirnya dia baiat dan menerima Islam Ahmadiyah. Dari kejadian ini kemudian pengaruh Ahmadiyah di Sierra Leone menjadi sangat kuat dan banyak orang yang mulai bergabung dengan Ahmadiyah. Sejak masa permulaan sudah banyak orang-orang yang terkemuka di negara tersebut yang lahir dalam keadaan sebagai Ahmadi.

Salahuddin memperkirakan terdapat sekitar 20% lebih pengikut Ahmadiyah dari jumlah penduduk Sierra Leone. Jumlah ini menjadikan Ahmadiyah sebagai kelompok Muslim mayoritas di negara tersebut. Pertemuan dan kegiatan keagamaan yang Ahmadiyah Sierra Leone laksanakan di tempat umum merupakan hal yang sangat lumrah. Para Ahmadi bekerja di setiap bidang pekerjaan, mulai dari yang terkecil hingga perkerjaan yang besar, baik profesi yang biasa maupun profesi luar biasa. Oleh karena itu tidak jarang sesama Ahmadi berjumpa satu sama lain di tempat kerja mereka.

Di negara tersebut, umumnya jika ada dua orang yang melamar pekerjaan dan salah satu diantaranya merupakan seorang Ahmadi, maka Ahmadi tersebut yang akan diprioritaskan. Keputusan demikian bukan tanpa alasan. Para pengikut Ahmadiyah biasanya memiliki kualitas dan kepribadian yang sudah diakui serta dihargai oleh masyarakat di sana.

Pertabligan Ahmadiyah di Sierra Leone

Dikarenakan sejak awal telah banyak Ahmadi yang berpengaruh, maka itu membuat Ahmadiyah menjadi organisasi Muslim mayoritas di Sierra Leone. Hal tersebut menjadikan kelompok muslin ini berada dalam posisi aman, tidak menghadapi pertentangan yang hebat.
Secara keseluruhan, di tanah Afrika tidak banyak kasus-kasus diskriminasi maupun persekusi terhadap Ahmadiyah sebagaimana yang terjadi di negara-negara Asia. Orang-orang Afrika memiliki hati yang cenderung lebih terbuka dan bersahabat kepada orang lain sehingga mereka akan dengan mudahnya diajak untuk berbincang-bincang. Karena inilah, Ahmadiyah Sierra Leone mampu melancarkan pertabligan melalui segala macam cara tanpa adanya hambatan. Orang-orang Ahmadi bisa dengan bebas menyatakan identitas dirinya, bahkan di negara ini mereka merasa bangga menjadi seorang Ahmadi karena kesan Ahmadiyah sangat baik dan berkumandang di seluruh negeri.

Para Ahmadi dapat menyampaikan pesan-pesan Islam Ahmadiyah kepada orang lain secara langsung. Mereka bebas bertablig ke rumahh-rumah, menyelenggarakan acara-acara dan kelas-kelas tablig. Selain itu Ahmadiyah Sierra Leone mengadakan pameran-pameran buku, kegiatan-kegiatan sosial, membangun fasilitas-fasilitas umum, menlaksanakan acara Jalsah Salanah (pertemuan tahunan) dengan mengundang tokoh-tokoh non-Ahmadi bahkan Presiden. Singkatnya, segala macam cara pertabligan mampu dilakukan oleh para Ahmadi di Sierra Leone karena keadaan yang demikian.

Peran Ahmadiyah terhadap Sierra Leone

Ahmadiyah disana memiliki peran yang sangat penting dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, sosial, politik maupun bidang-bidang lainnya. Beberapa contoh diantaranya, Ahmadiyah Sierra Leone memiliki sekolah yang jumlahnya mencapai 1000 sekolah, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu Ahmadiyah membangun 4 rumah sakit yang berstandar nasional dan memiliki sekitar 9 klinik kesehatan di seluruh penjuru negeri. Mesjid-mesjid Ahmadiyah pun tersebar hingga pelosok-pelosok negara tersebut.

Ahmadiyah Sierra Leone juga senantiasa mendirikan fasilitas-fasilitas umum yang sangat membantu masyarakat sekitar, misalnya pompa-pompa air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dibangun oleh Humanity First, organisasi sayap Ahmadiyah yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. Demikian juga dengan mengadakan pengobatan-pengobatan gratis dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.

Sedangkan dalam bidang politik, ada sekitar 30 pengikut Ahmadiyah yang menduduki kursi parlemen. Bahkan dalam beberapa tahun yang lalu, ada Ahmadi yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Demikian pentingnya peran Ahmadiyah di Sierra Leone, sehingga setiap kali Ahmadiyah mengadakan Jalsah Salanah, Presiden, Wakil Presiden serta para anggota parlemen senantiasa hadir. Hal tersebut terus berlanjut sejak awal kedatangan Ahmadiyah di Sierra Leone hingga sekarang.

Peran Ahmadiyah Sierra Leone di bidang keagamaan pun sangatlah dominan. Misalnya pada saat kemerdekaan negara tersebut, seorang mubalig Ahmadiyah Sierra Leone ditunjuk untuk memimpin doa nasional. Kemudian ketika umat Islam akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan dan menjelang hari raya Idul Fitri, pemerintah senantiasa meminta usulan dan keputusan dari Ahmadiyah perihal penetapan tanggal dimulainya kedua momen tersebut.

Apabila telah diputuskan, seluruh umat Islam di Sierra Leone akan mulai berpuasa dan melaksanakan shalat Id pada hari yang sama, terlepas dari sekte apa yang mereka ikuti. Tak jarang Presiden , Wakil Presiden atau orang-orang yang berada dalam pemerintahan lainnya berkunjung ke masjid-mesjid Ahmadiyah untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama dan shalat tarawih.

Presiden mengatur ulang jadwal kunjungan kenegaraannya demi mengikuti Jalsah Salanah (pertemuan tahunan) Ahmadiyah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ahmadiyah di Sierra Leone dimulai dari orang yang memiliki pengaruh kuat dan luas di seluruh penjuru negeri. Sejak awal keberadaannya Para Ahmadi senantiasa berjuang bersama untuk mendapatkan kesejahteraan bangsa. Seiring berjalannya waktu, peran Ahmadiyah di negara tersebut, baik secara institusi maupun individu, menjadi semakin penting. Bahkan mereka mengisi setiap sisi kehidupan di Sierra Leone, mulai dari segi pendidikan, sosial, politik, keagamaan, kesehatan dan lainnya.

Hal demikian menghasilkan hubungan yang baik dengan seluruh lapisan masyarakat. Selain hubungan tersebut, sumbangsih nyata Ahmadiyah kepada negara Sierra Leone menjadi penyebab utama Presiden berkunjung ke acara-acara yang diadakan oleh Ahmadiyah, seperti Jalsah Salanah.

Salahuddin menceritakan kisah yang lebih menarik lagi. Beberapa tahun lalu ketika Jalsah Salanah diadakan yang bertepatan dengan jadwal kunjungan Presiden ke negara lain, dikarenakan hubungan yang erat antara Presiden Sierra Leone dan Ahmadiyah, beliau menyarankan kepada Amir Jemaat Ahmadiyah Sierra Leone untuk mengatur ulang jadwal acara Jalsah Salanah tersebut. Tujuannya agar tidak berbenturan dengan waktu keberangkatan beliau sehingga Presiden dapat hadir dalam acara pertemuan tahunan tersebut. Namun sayangnya persiapan Jalsah yang demikian besar dan kompleks membuat jadwal acara tersebut tidak dapat diubah. Pada akhirnya Presiden memutuskan untuk mengubah jadwal kunjungannya dan beliau hadir dalam acara Jalsah Salanah.

Demikianlah gambaran singkat mengenai keberadaan Ahmadiyah di benua Afrika, khususnya di negara Sierra Leone. Tulisan ini akan bersambung dengan topik yang sama berkenaan dengan gambaran Ahmadiyah di Ghana. Di negara tersebut pun, eksistensi Ahmadiyah sangat dominan dan memiliki peran yang sangat pernting terhadap negerinya.

Kontributor: Chalid Mahmud Ahmad
Editor: Mubarak Mushlikhuddin

Baca juga

Silaturahmi ke Gusdurian Baubau, Mubalig Ahmadiyah: Pondasi Kerjasama dalam Bidang Apapun

Hits: 78 BUTON – Dalam program silaturahmi ke anggota Ahmadiyah di Kepulauan Buton dan Muna, ...

2 komentar

  1. Tarsa Mahfud Ahmad

    Masya Allah . Ahmadiyya zindabad

  2. Mubarik ahmad

    Masya allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *