Home / Intoleransi / Ini kronologi teror penyegelan masjid-masjid Ahmadiyah di Cianjur

Ini kronologi teror penyegelan masjid-masjid Ahmadiyah di Cianjur

KBR68H, Jakarta – Warga jamaah Ahmadiyah di Cianjur, Jawa Barat, mengaku mendapat ancaman dari kelompok intoleran yang mengatas namakan Gerakan Muslim Penyelamat Akidah (Gempa). Bahkan kabarnya kelompok tersebut bakal menyegel masjid Baitul Nasir milik Ahmadiyah.

Sejak Jumat (7/2) pekan lalu rencana penyegelan masjid sudah berjalan. Pengurus masjid, Muhdi merekam hari-hari jelang penyegelan itu.

Berikut kronologi Rencana Penyegelan Mesjid Ahmadiyah di Cianjur:

Jumat, 7 Pebruari 2014 salah seorang anggota Jemaat Neglasari melihat terpampangnya pamflet di beberapa titik di wilayah Desa Sukadana dan sekitarnya. Dengan isi seruan untuk menghadiri Tabligh Akbar yang akan dilaksanakan di Kampung Baru, Desa Sukadana, Kecamatan Campaka Cianjur.

Keesokan harinya, Sabtu (8/2) malam, ketika para anggota JAI Neglasari sedang melaksanakan shalat magrib berjamaah di Mesjid Baitunnasir, terdengar suara yang tak wajar dari mobil Veroza berwarna hijau tua berstiker GEMPA.

Minggu, 9 Pebruari 2014, para santri banyak terlihat mondar mandir menggunakan speda motor antara kampung Sintok, Desa Sukadana sampai kampung Ciparay, Desa Selagedang.

Sekitar pukul 18.30 (ba’da Magrib) satu unit mobil peroza beratribut GEMPA melewati pemukiman JAI Ciparay dengan mengeluarkan suara bising yang tak wajar, dan disusul dengan hujan yg begitu deras mengguyur wilayah Cianjur. Tak lama kemudian setelah hujan mulai reda datanglah 5 unit mobil polisi dan 2 unit mobil dalam dari arah Cianjur menuju arah Desa Sukadana.

Terjadi konsentrasi massa diiringi orasi-orasi para pencermah memprovokasi masa untuk menbenci Ahmadiyah.

Jam 11 malam Kapolsek Cibeber yang bertugas menjaga warga Ahmadiyah yang ada di Kampung Ciparay meminta ditambah personil karena situasi semakin memanas.

Jam 12.30 malam sebagian masa sudah pulang. Di setiap pemukiman warga Ahmadiyah mereka mengatakan Ahmdiyah sesat. Bahkan ada yang mengatakan harus diratakan dengan tanah.

Senin, 10 Febuari, Jam 3.30 wib semua masa pulang dengan dikawal oleh polisi.

08.05 WIB Tn Ade Ruspandi mengatakan bahwa ada informasi akan ada penyegelan masjid yang dilakukan oleh ormas GEMPA.

Jam 18.10 WIB, ada SMS dari Babinsa Desa Selagedang Kecamatan Cibeber. Isi sms: Infp tanggal 13 Febuari. Gerakan muslim penyelamat aqidah (Gempa) akan menyegel masjid-masjid Ahmadiyah terutama Desa Campaka.[]

PortalKBR.com
Written by Pebriansyah Ariefana; Thu,13 February 2014 | 09:29
Akses: 17 Februari 2014, 11.44 WIB

Baca juga

Pelajar Ahmadiyah Sulsel Gelar Bedah Buku, Mubalig: Generasi Ahmadi Harus Belajar Kristologi

Dalam rangka mengingat kembali salah satu buku karangan Hazrat Mirza Ghulam Ahmad alaihissalam, Pendiri Jamaah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *