Home / Mancanegara / Khalifah Ahmadiyah Mengunjungi Lloydminster, Meresmikan Masjid Baitul Amman

Khalifah Ahmadiyah Mengunjungi Lloydminster, Meresmikan Masjid Baitul Amman

“Kami meyakini ajaran Islam yang benar. Jika Anda merangkum seluruh ajaran Islam dalam dua kalimat; maka itu adalah mencintai Sang Pencipta dan mencintai sesama.”

KANADA – Pemimpin rohani Muslim Ahmadiyah seluruh dunia menemui para muslim Ahmadi dan meresmikan Masjid Baitul Amman sesampainya di Lloydminster pada hari Minggu.

Sebagai bagian dari kunjungan ke Kanada untuk menghadiri perayaan 50 tahun berdirinya Ahmadiyah di negara itu, Hazrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifah kelima dan Pimpinan rohani Ahmadiyah menuju ke Border City dan berbicara tentang ajaran Islam sejati.

baca juga: 

Khalifah, yang berasal dari Pakistan, tetapi tinggal di London, Inggris ini, disambut oleh politisi lokal, sebelum menyampaikan pidato kepada puluhan orang yang berkumpul di Exhibition Grounds Lloydminster sebagai pembicara utama.

Beliau berbicara tentang banyaknya kesalahpahaman yang diarahkan kepada agama Islam, krisis Suriah, dan banyak masalah dunia lainnya. Lebih lanjut beliau menekankan akan perlunya mengenali ajaran Islam yang benar – cinta, perdamaian dan kerukunan.

“Saya pikir tidak ada yang harus ditakuti dari umat Islam, terutama umat Islam Ahmadiyah,” kata Mirza Masroor Ahmad saat berbicara dengan media dalam kunjungannya.

“Kami meyakini ajaran Islam yang benar. Jika Anda merangkum seluruh ajaran Islam dalam dua kalimat; maka itu adalah mencintai Sang Pencipta dan mencintai sesama.”

Jamaah Ahmadiyah disebut sebagai salah satu aliran Islam yang paling cepat berkembang di dunia, dan telah berkembang pesat di Kanada, khususnya di provinsi Saskatchewan.

Disebutkan bahwa lebih dari 1.500 Muslim Ahmadiyah yang tinggal di Saskatchewan, dan terus berkembang pesat.

Ketika ditanya tentang hal ini, Mirza Masroor Ahmad menyatakan bahwa Kanada adalah negara multinasional dan multikultural, dan hal ini terus bertumbuh karena tidak hanya karena jumlah pengungsi dari Suriah dan Pakistan, tetapi karena “pesan baik” yang disebarkan melalui prinsip ini.

“Jika Anda memiliki sebuah pesan yang baik, sesuatu hal yang diberikan kepada orang lain, maka mereka akan menerimanya,” kata beliau.

Mirza Masroor Ahmad, ketika ditanya tentang perjalanannya di Kanada dan bagaimana orang-orang menanggapi perkembangan kepercayaan ini, beliau menjelaskan bahwa kemanapun ia pergi ia menjumpai para anggota jamaahnya diterima dan diperlakukan dengan baik.

“Di mana pun saya berkunjung, saya sangat diterima dengan baik dan mereka tahu tidak ada apapun yang ditakuti dari Muslim Ahmadiyah,” ia lebih lanjut menjelaskan bagaimana Jamaah ini berintegrasi dengan  masyarakat, cinta terhadap tanah air merupakan bagian dari keimanan mereka.

“Di mana pun saya pergi, ketika saya melihat jamaah kami berkembang di sana dan menyatu dengan masyarakat dan ajaran Islam, maka itu membuat saya senang.”

Beliau juga merasa sangat terhormat dapat meresmikan Masjid lokal ini dan berharap jamaahnya dapat memanfaatkannya untuk menerapkan ajaran yang benar di dalam masyarakat.

“Saya berdoa dan berharap mereka lebih maju dari sebelumnya.”

Melihat kedepan, sebagian bagian dari ajaran Islam, beliau berharap bahwa bukan hanya sebatas perkembangan Ahmadiyah ke seluruh dunia, namun penduduk setempat juga dapat menerima pesan kebaikan tersebut.

“Ada cukup banyak dari warga Kanada yang telah menerima pesan ini. Saya berharap dalam lima atau 10 tahun, saya berharap bahwa cukup banyak dari warga Kanada yang akan menerima pesan sejati Islam, cinta, perdamaian dan harmoni. “

Bagi Tariq Azeem, Mubaligh lokal Muslim Ahmadiyah, kesempatan untuk bisa bersama Mirza Masroor Ahmad yang mengunjungi Lloydminster susah diungkapkan dengan kata-kata dan ia berbicara tentang kegembiraan dan suka cita para anggota Ahmadiyah.

Ketika ditanya apa yang ia rasakan atas dampak kunjungan ini terhadap Ahmadiyah di Border City, Azeem merasa ini akan membuat Jamaahnya terus menunjukkan ajaran Islam yang benar.

“Upaya kami dalam masyarakat adalah untuk menyuarakan bagaimana keyakinan kami,” katanya. “Jika orang mempelajari komunitas kami, apa yang kami lakukan, dan pemimpin kami, mereka akan segera memahami bahwa Islam adalah agama damai.”

Lebih lanjut, dia bersyukur atas kunjungan Mirza Masroor dan menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat kota.

“Kami sangat beruntung dan kami sangat senang beliau memberkati kota ini dan masyarakat kami dengan kunjungannya.”

Walikota terpilih, Gerald Aalbers juga berkesempatan untuk bertemu Pemimpin Rohani ini dan ia yakin hal ini akan memberikan pencerahan yang sama sekali baru dan meningkatkan kehadiran masyarakat di sini di Border City.

“Saya memikirkan banyak orang yang menyadari kebesaran jamaah dan keyakinan mereka” katanya. “Saya pikir ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa bagi kami dapat menyambutnya di sini, dan itu adalah pengalaman yang hebat.”

Saya tahu mereka terlibat dalam berbagai hal, tetapi mereka ingin orang tahu mereka berada di sini untuk ikut berperan serta dalam masyarakat, bukan untuk menerima, tapi memberi.”

Lebih lanjut ia berbicara tentang keragaman kota ini, dan kebutuhan untuk tumbuh dan membangun untuk bergerak maju.

“Sebagaimana kita telah berbicara satu sama lain dan belajar tentang keimanan mereka, hal itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa.”

Mirza Masroor Ahmad mengakhiri konferensi pers dengan pesan khusus untuk Lloydminster.

“Kita harus hidup damai dan rukun di kota ini, serta saling menghormati satu sama lain,” katanya. “Sehingga kota ini menjadi panutan bagi perdamaian, kerukunan dan cinta.”

Sumber: Times of Ahmad
Alih bahasa: Zahro Ayu Khumayr
Editor: Mln. Khaeruddin Ahmad Jusmansyah

Baca juga

Anak-Anak Ahmadi Jakbar Liburan Sekolah dengan Memakmurkan Masjid

JAKARTA – Lajnah Imaillah Jakarta Barat selalu punya cara untuk mengajak anak-anak Ahmadi di wilayahnya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *